Risiko Jika Sering Menggunakan Octanne Booster Pada Motor

MK Otomotif - Risiko Jika Sering Menggunakan Octanne Booster Pada Motor, Kenaikan harga premium akibat pengurangan subsidi oleh pemerintah enggak & merta mendorong pengguna sepeda motor utk dengan cara sukarela berubah memakai BBM bersama angka oktan di atasnya. 

Buat menyiasatinya, sebagian pemotor bersikukuh terus memakai premium dgn meneruskan zat aditif yg berfungsi meningkatkan oktan biar semakin bertenaga. 

Tetapi, penggunaan aditif berupa Octanne Booster ini ternyata tdk dan merta disarankan oleh pihak ATPM, baik mobil ataupun sepeda motor, termasuk juga PT Astra Honda Motor (AHM) selaku pembuat sepeda motor Honda. 
http://kutipan-media.blogspot.com/2014/11/risiko-jika-sering-menggunakan-octanne.html


Dijelaskan oleh Wedijanto Widarso, General Manager Technical Pelayanan Division AHM, zat aditif yg jamak dipakai oleh pengguna sepeda motor merupakan yg berjenis octane enhancer non-oxygenated. Zat ini sendiri dibuat bersama bahan basic campuran dari unsur timbal, besi, serta mangan. 

"Dalam elemen performa, zat aditif tersebut lambat laun bakal merusak system pembakaran sehingga sepeda motor kepada hasilnya tak dapat bekerja optimal," paparnya ketika dihubungi oleh Liputan6.com. 

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan apabila resiko dari penggunaan aditif berjenis octane enhancer non-oxygenated ini menyebabkan emisi gas buang kepada sepeda motor tinggi. Wedijanto menilai, bahan bakar yg dipasarkan resmi di Indonesia , termasuk juga tipe premium, telah memenuhi serta serasi bersama uraian dari kategori sepeda motor yg yg dipakai pembeli Indonesia. 

Terhadap sepeda motor Honda sendiri, biar mampu membuahkan performa yg maksimal, AHM pula mengembangkan technologi Enhanced Smart Power (ESP), ACG Starter, Idling Stop, serta Dual Clutch Transmission (DCT). 

"Didukung dgn bermacam tehnologi paling baik yg disematkan tersebut serta bersama perawatan dengan cara berkala di bengkel resmi maka performa sepeda motor dapat selalu optimal termasuk juga dalam system pembakaran bahan bakarnya sehingga penggunaan bbm pula masih efisien serta hemat," tutupnya.

kutipan :Otomotifliputan6.com

Related

Otomotif 9045440925743931653

Posting Komentar

emo-but-icon

Trending

Recent

Comments

Fanspage FB

Kutipan Terbaru

item